Mengapa Salafi Wahabi Mudah Diterima di Indonesia?

Posted on

hotelandricevkonak.com – Bagi para santri NU, tentu mereka tidak akan menerima paham salafi wahabi. Karena jelas apa yang mereka bawa tidak sesuai dengan apa yang para santri NU pelajari di pondok.

Namun, harus diakui ajaran orang yang beraliran salafi dan wahabi ini cepat sekali diterima. Terutama mereka yang merasa ingin sekali belajar islam namun tidak mau belajar dari pesantren.

Setidaknya ada tiga alasan utama. Yang pertama, konsep yang luar biasa. Anda tahu misi besar apa yang dibawah oleh para pengikut salafi dan wahabi? Yaitu memurnikan islam. Mereka menganggap islam sudah tercampuri dengan adat atau budaya. Sehingga mereka berupaya untuk mengembalikan islam seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Tentu ini konsep yang “seksi” sekali bagi mereka yang baru mengenal islam. Mereka yang sama sekali tidak memiliki pemahaman mengenai agama islam dari para kyai di pondok pasti merasa bahwa konsep ini benar-benar bagus.

Kedua, dakwah yang efektif. Banyak sekali pendakwah salafi yang menyasar ibu-ibu. Ada pengajian kecil yang diadakan di rumah-rumah warga di mana jamaahnya adalah para ibu.

Kenapa yang ditarget para ibu? Karena mereka paling mudah tersentuh hatinya. Terutama ibu-ibu muda.

Ketiga, alasan yang mudah diterima orang awam. Para pendakwah salafi wahabi sering mengatakan Alquran dan hadis itu sudah jelas. Siapapun bisa memahami. Apalagi sudah ada terjemahan Bahasa Indonesia.

Dan ini yang mereka pakai. Sering kali mereka menggunakan dalil dari Alquran dan Hadis secera tekstual. Dan mereka menjelaskan dengan logika yang sangat sederhana. Dengan demikian, orang awam pun mudah sekali memahami hal tersebut.

Padahal, memahami Alquarn dan Hadis harus menggunakan alat, seperti lughoh (bahasa), ilmu mantiq, asbabun nuzul dan asbabul wurud, balaghoh, dan lain sebagainya. Tentu sangat berat jika orang awam harus mempelajari semua hal tersebut. Maka dari itu, cara orang salaf wahabi dianggap paling muda sehingga mudah pula diterima oleh orang awam.

Di Indonesia, orang-orang yang berada di daerah perkotaan paling mudah terpengaruh oleh mereka yang beraliran salafi wahabi. Ini menjadi masalah karena faktanya mereka yang sudah ikut pengajian tersebut mudah sekali menyalahkan bahkan mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham, terutama orang-orang Nahdlatul Ulama.

Incoming search terms:

  • efek pengajian salafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *