Pengertian HAM Menurut Para Ahli

√ Pengertian HAM : Menurut Para Ahli, Ciri-Ciri & Contohnya [LENGKAP]

Posted on

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) – Setiap manusia yang ada di dunia ini memiliki hak dan kewajiban yang harus di jalankan. Semakin berkembangnya zaman, muncullah istilah hak asasi manusia (HAM).

Berikut ini dalah penjelasan secara lengkap terkait HAM yang sengaja hotelandricevkonak.com share pada kesempatan kali ini!

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia)

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) secara umum adalah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa setiap manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya.

Munculnya HAM berasal dari keyakinan manusia bahwa semua manusia adalah sama dan sederajat. Hakikat HAM adalah hakiki dan universal. Manusia mempunyai hak-hak dan martabat yang sama. Hal ini yang menjadi dasar adanya hak asasi manusia yang ada di tiap negara. Hak tersebut harus dihormati dan dilindungi oleh pemerintah, hukum, negara dan tiap insan manusia yang ada di muka bumi.

Pengertian HAM

Hak asasi manusia pun harus ditegakkan. Memang ada beberapa contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia atau pun di tingkat internasional. Untuk itu diperlukan upaya pemerintah dalam penegakan HAM. Dibutuhkan integrasi antara pihak-pihak terkait untuk menegakkan dan menghormati hak asasi manusia bagi tiap warga negara yang ada dalam lingkup pemerintahan.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Berikut ini dalah pengertian HAM menurut para ahli

Terdapat beberapa tokoh yang mengulas mengenai pengertian HAM, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengertian HAM Menurut Jhon Locke

John Locke mengungkapkan bahwa HAM adalah hak yang langsung diberikan Tuhan kepada manusia sebagai hak yang di kodrati. Oleh sebab itu tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa mencabutnya. HAM memiliki sifat mendasar dan suci.

2. Jan Materson

Pengertian HAM menurut Jan Materson adalah hak-hak yang ada pada setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil hidup sebagai manusia.

3. Miriam Budiarjo

HAM adalah hak yang dimiliki setiap orang sejak lahir di dunia. Hak itu sifatnya universal, karena hak dimiliki tanpa adanya perbedaan. Baik ras, gender, budaya, suku, dan agama.

4. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, HAM adalah suatu hak yang bersifat mendasar. Hak yang dimiliki manusia sesuai dengan kodratnya yang pada dasarnya tidak bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

5. Pengertian HAM Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di lindungi dan dihargai oleh setiap manusia.

Undang-Undang yang Mengatur HAM

Hal-hal mengenai HAM telah diatur oleh undang-undang di setiap negara. Di Indonesia, berikut undang-undang yang digunakan sebagai landasan dalam hal HAM.

1. Pasal 28 A : mengatur tentang hak hidup

Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

2. Pasal 28 B : mengatur tentang hak berkeluarga

(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

3. Pasal 28 C : mengatur tentang hak memperoleh

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

4. Pasal 28 D : mengatur tentang hak kebebasan beragama

(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

5. Pasal 28 E : mengatur tentang kebebasan memeluk agama

(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

6. Pasal 28 F : mengatur hak komunikasi dan informasi

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

7. Pasal 28 G : mengatur tentang kesejahteraan dan jaminan sosial

(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.

Contoh Hak Asai Manusia (HAM)

Terdapat banyak contoh HAM yang melekat pada diri setiap orang sebagai manusia. Berikut beberapa contoh HAM.

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Human Rights)

Merupakan hak yang berkaitan dengan kehidupan pribadi setiap orang.

Berikut contoh hak asasi pribadi yang melekat pada setiap manusia:

  • Hak kebebasan mengemukakan pendapat.
  • Kebebasan dalam ber-organisasi.
  • Hak menjalankan dan memeluk agama.
  • Kebebasan untuk bepergian, berkunjung, dan berpindah-pindah tempat.
  • Hak untuk tidak dipaksa dan disiksa.
  • Hak hidup, berperilaku, tumbuh dan berkembang.

2. Hak Asasi Politik (Political Rights)

Hak asasi politik adalah hak yang dimiliki seseorang dalam lingkup politik.

Berikut contoh hak asasi dalam lingkup politik:

  • Hak memilih dalam pemilihan, misalnya pemilihan presiden.
  • Mendirikan partai politik.
  • Hak dipilih dalam pemilihan, misalnya pemilihan ketua rt.
  • Diangkat dalam jabatan pemerintah
  • Kebebasan dalam kegiatan pemerintahan.
  • Hak memberikan usulan-usulan atau pendapat yang berupa usulan petisi.

3. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Merupakan hak untuk memiliki perlakuan yang sama ketika dalam acara pengadilan.

Berikut hak asasi dalam peradilan:

  • Menolak digeledah tanpa surat adanya surat penggeledahan.
  • Hak untuk mendapatkan hal yang sama dalam berlangsungnya proses hukum baik itu penyelidikan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan
  • Mendapatkan pembelaan dalam hukum.
  • Memperoleh kepastian hukum.
  • Mendapatkan perlakukan adil dalam hukum

4. Hak Asasi Sosial Budaya

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial di masyarakat. Dalam kehidupan di masyarakat, setiap manusia memiliki hak yang berkaitan dengan kemasyarakatan.

Berikut contoh hak asasi dalam lingkup sosial budaya:

  • Mendapatkan pendidikan yang layak.
  • Mengembangkan bakat dan minat.
  • Memperoleh jaminan sosial
  • Hak untuk berkomunikasi
  • Hak untuk memilih, menentukan pendidikan.

5. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Setiap masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Berikut contoh hak asasi terkait hukum:

  • Hak yang sama dalam proses hukum.
  • Mendapatkan layanan dan perlindungan hukum.
  • Hak dalam perlakuan yang adil atau sama dalam hukum.
  • Hak mendapatkan dan memiliki pembelaan hukum pada peradilan.

6. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak asasi menyangkut ekonomi berarti bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan aktivitas ekonomi berupa membeli, menjual, serta memanfaatkan sesuatu yang memiliki daya jual.

Berikut contoh hak asasi ekonomi:

  • Kebebasan dalam membeli sesuatu.
  • Kebebasan mengadakan dan melakukan perjanjian kontrak.
  • Memiliki pekerjaan yang layak.
  • Kebebasan melakukan transaksi.
  • Hak memiliki sesuatu.
  • Hak untuk menikmati SDA.

Ciri-Ciri HAM (Hak Asasi Manusia)

Hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hakhak yang lain. Berikut ini dalah Ciri-Ciri HAM (Hak Asasi Manusia) yang harus kita ketahui:

1. HAM bersifat hakiki

Hak asasi manusia bersifat hakiki. Hal ini menjadi salah satu ciri-ciri pokok HAM yang paling utama. Artinya hak asasi dimiliki oleh semua manusia dan sudah dimiliki secara otomatis sejak lahir.

2. HAM bersifat universal

Ciri-ciri hak asasi manusia berikutnya adalah universal. HAM bersifat universal dan menjangkau semua orang. Artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang di dunia tanpa terkecuali dan tidak memandang status, suku, agama, jenis kelamin, usia dan golongan.

3. Tetap (tidak dapat dicabut)

Ciri pokok hakikat HAM selanjutnya adalah tetap. Hak asasi manusia dari seseorang sifatnya adalah tetap atau tidak dapat dicabut. Artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diambil oleh pihak lain secara sepihak. Hak asasi manusia akan selalu ada sejak lahir sampai ia meninggal.

4. Utuh (tidak dapat dibagi)

Selain tetap atau tidak dapat dicabut, hak asasi manusia juga bersifat utuh atau tidak dapat dibagi. Artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak yang ada secara utuh seperti hak hidup, hak sipil, hak berpendidikan, hak politik dan hak-hak lainnya.

Baiklah, demikian sharing kita kali ini tentang Pengertian HAM Menurut Para Ahli dan Juga ciri-cirinya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *