pengertian manajemen

Pengertian Manajemen, Fungsi,Tujuan serta Prinsip Manajemen (Lengkap)

Posted on

Apa Pengertian Manajemen? Sebelum kita menjelsakan tentang apa itu manajemen, Apakah saat ini anda selalu telat dalam menyelesaikan pekerjaan di rumah atau kantor yang menyebabkan anda sering di tegur dan di marahi oleh atasan anda? Mungkin salah satu penyebabnya adalah anda masih belum bisa mengatur dan mambagi waktu anda untuk menyelesaikan pekerjaan yang semakin hari semakin meningkat.

Agar dapat mengerjakan tugas ataupun tanggung jawab secara disiplin, Anda harus memiliki kemampuan manajemen yang baik. Tanpa kemampuan tersebut, bukan tidak mungkin Anda akan merasa kesulitan untuk merampungkan tugas-tugas tersebut.

pengertian manajemen menurut para ahli

Nah, untuk anda yang saat ini masih belum mengetahui tentang Apa itu Manajemen, Apa tujuan dan fungsi manajement dll, silahkan simak sharing kita kali sampai selesai ya !

Pengertian Manajemen

Berikut ini adalah ulasan lengkap terkait pengertian Manajemen Secara Umum, Etimologi dan Pengertian Manajemen menurut para ahli!

Pengertian Manajemen Secara Umum

Secara umum, Pengertian manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya.

Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui kerja sama tim. Kemampuan untuk melihat integritas dan totalitas pada bagian yang terpisah pada satu naungan visi merupakan seni dari manajemen. Seni manajemen mencakup kemampuan visi tersebut. Berbagai aspek dalam manajemen seperti perencanaan, kepemimpinan, komunikasi dan pengambilan keputusan berhubungan dengan unsur manusia tentang cara pendekatan manajemen seni.

Baca Juga : √ Pengertian HAM : Menurut Para Ahli, Ciri-Ciri & Contohnya [LENGKAP]

Pada tahap penerapan, manajemen memiliki subyek dan obyek. Subyek yaitu orang yang mengatur yang disebut manajer. Sedangkan obyek ialah segala sesuatu yang diatur. Manajemen merupakan ilmu yang sangat luas dan saling berhubungan dengan ilmu lain seperti keuangan, pemasaran, sumber daya manusia. Penerapannya dapat digunakan pada manajemen organisasi bisnis, sistem informasi manajemen ataupun pada manajemen keseharian.

Pengertian Manajemen Secara Etimologi

Menurut sumber lain arti manajemen secara bahasa atau etimologi berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu menagement. Kata ini memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur, inilah yang mendasari bahwa manajemen ialah sebuah seni. Seni yang berarti dekat dengan keindahan. Suatu keindahan manajemen yang teratur, rapi dan terstruktur.

Sedangkan Pengertian Manajemen Menurut Wikipedia adalah sebagai berikut :

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.”

Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Sumber : Wikipedia


Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian manajemen menurut para ahli yang harus kita ketahui!

1. Pengertian Manajemen Menurut George R. Terry

Menurut George Robert Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan, yakni perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan.

Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

2. Pengertian Manajemen Menurut Henry Fayol

Menurut Henry Fayol, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengawasan/ kontrol terhadap sumber daya yang ada agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

3. Pengertian Manajemen Menurut Marry Parker Follet.

Marry Parker F mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.

4. Pengertian Manajemen Menurut James A.F Stoner

Pengertian manajemen menurut James A.F Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi yang lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan di organisasai tersebut.

5. Pengertian Manajemen Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A.

Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, pengertian manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak bukan dari tanggungjawab keselamatan serta kesehatan kerja baik dari sisi perencanaannya.

6. Pengertian Manajemen Menurut Lawrence A. Appley

Lawrence A. Appley, mengemukakan arti manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

7. Pengertian Manajemen Menurut Renville Siagian.

Menurut Renville Siagian, pengertian manajemen adalah salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli yang terlatih dan berpengalaman.

8. Pengertian Manajemen Menurut Oey Liang Lee

Pengertian manajemen menurut Oey Liang Lee adalah ilmu atau seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

9. Pengertian Manajemen Menurut Hilman

Hilman memiliki arti tersendiri mengenai manajemen. Arti  manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.

10. Pengertian Manajemen Menurut Federick Winslow Taylor

Menurut Federick manajemen adalah sebuah percobaan yang dilakukan secara sungguh-sungguh guna menghadapi setiap persoalan yang muncul dalam setiap kepemimpinan organisasi setiap sistem kerjasama yang dilakukan setiap manusia dengan sikap serta jiwa seorang sarjana serta penggunaan alat-alat perumusan.

11. Pengertian Manajemen Menurut Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

12. Pengertian Manajemen Menurut Hasibun

Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan menyatakan bahwa Manjemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain nya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

13. Pengertian Manajemen Menurut Adam Smith

Usaha-usaha terorganisasi yang diarahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian telah ada ribuan tahun. Teori yang dikemukakan oleh Adam Smith ini cukup berhasil secara ekonomis.

14. Pengertian Manajemen Menurut Wilson Bangun

Wilson memiliki arti yang tidak terlalu berbeda dalam mengemukakan definisi manajemen. Menurut Wilson manajemen ialah rangkaian aktivitas-aktivitas yang dikerjakan oleh tiap-tiap anggota organisasi untuk mencapai tujuannya.

15. Pengertian Manajemen Menurut Manullang

Arti manajemen menurut Manullang merupakan seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan terhadap sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

16. Pengertian Manajemen Menurut John D Millet

Dalam bukunya yang berjudul Managemen In The Public Service, John D Millet menyatakan bahwa definisi manajemen ialah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.

17. Pengertian Manajemen Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’ Donnel

Pada buku yang karangan Harold Koontz dan Cyrill O’ Donnel yang berjudul The Princples of Management, mereka mengemukakan mengenai pengertian manajemen. Pengertian manajemen didefinisikan sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan yang lain.

Fungsi – Fungsi Manajemen

Fungsi fungsi manajemen menurut para ahli yang satu dengan yang lainnya secara umum memiliki banyak kesamaan. Fungsi manajemen menurut Henry Fayol dan GR Terry menyebutkan ada 5 fungsi manajemen, yaitu Perencanaan – Pengorganisasian – Pengarahan – Pengendalian.

1. Planning (Fungsi Perencanaan)

Perencanaan tujuan perusahaan dan bagaimana strategi untuk mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya yang tersedia. Perencanaan terbagi menjadi perencanaan strategi dan perencanaan operasional.

Manajer dalam fungsi perencanaan harus mengkaji dan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum memutuskan karena ini adalah langkah awal yang bisa berpengaruh secara total dalam perusahaan kedepannya.

Fungsi fungsi manajemen yang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang.

# Kegiatan Fungsi Perencanaan

Ada beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan

  • Menetapkan arah tujuan dan target bisnis
  • Menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut
  • Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
  • Menetapkan standar kesuksesan dalam upaya mencapai tujuan

# Pembagian Perencanaan

Perencanaan dari sudut pandang jenjang manajemen bisa dibagi kedalam beberapa jenjang:

  • Top Level Planning (Perencanaan Jenjang Atas)
    Perencanaan dalam jenjang ini bersifat strategis.
    Jenjang atas ini memberikan petunjuk umum, rumusan tujuan, pengambilan keputusan serta memberikan pentunjuk pola penyelesaian dan sifatnya menyeluruh.

    Top level planning menekankan tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tangung jawab manajemen puncak.
  • Middle Level Planning ( Perencanaan Jenjang Menengah
    Jenjang perencanaan menengah sifatnya lebih administratif.
    Jenjang menengah menyiapkan cara-cara yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan dari sebuah perencanaan dijalankan. Tanggung jawab perencanaan middle level berada pada manajemen menengah.
  • Low Level Planning (Perencanaan Jenjang Bawah)
    Perencanaan jenjang bawa lebih fokus terhadap bagaimana cara menghasilkan.
    Jenjang bawah ini lebih mengarah kepada kegiatan operasional perusahaan.

# Syarat Fungsi Perencanaan

Perencanaan yang baik selayaknya memenuhi beberapa syarat syarat berikut:

  • Mempunyai tujuan yang jelas
  • Sederhana, tidak terlalu sulit dalam menjalankannya
  • Memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilakukan
  • Fleksibel, bisa berubah mengikuti perkembangan yang terjadi
  • Mempunyai keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan yang selaras pada setiap bagian
  • Segala sesuatu yang tersedia bisa dipergunakan secara efektif serta berdaya guna

 # Manfaat Fungsi Perencanaan

Beberapa manfaat dari adanya fungsi perencanaan, diantaranya :

  • Bisa membuat pelaksanaan tugas jadi tepat dan kegiatan pada tiap-tiap unit akan lebih terorganisir kearah tujuan yang sama
  • Dapat menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi
  • Memudahkan pengawasan
  • Menjadi pedoman dasar di dalam menjalankan kegiatan

2. Organizing (Fungsi Pengorganisasian)

Organizing (fungsi perencanaan) adalah pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang dimiliki agar bisa menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Fungsi pengorganisasian mengelompokkan semua orang, alat, tugas dan wewenang yang ada dijadikan satu kesatuan yang kemudian digerakkan melaksanakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Dengan adanya Pengorganisasian ini bisa memudahkan manajer untuk mengawasi dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang telah dibagi-bagi seperti :

  • Tugas apa yang harus dikerjakan ?
  • Siapa saja personil yang akan melakukannya ?
  • Bagaimana tugas tersebut dikelompokkan ?
  • Siapa yang harus bertanggung jawab atas tugas tersebut ?

Nah, Semua itu telah ditentukan dalam fungsi organizing manajemen

# Kegiatan Organizing

  • Mengalokasikan sumber daya, menyusun dan menetapkan tugas-tugas serta menetapkan prosedur yang diperlukan
  • Menetapkan struktur perusahaan yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
  • Merekrut, menyeleksi, dan melakukan pelatihan serta pengembangan tenaga kerja
  • Menempatkan tenaga kerja pada posisi yang pas dan paling tepat.

# Unsur Unsur Organizing

  • Sekelompok orang yang diarahkan untuk bekerja sama
  • Melakukan kegiatan yang sudah ditetapkan
  • Kegiatan  yang diarahkan untuk mencapai tujuan

# Manfaat Organizing

  • Pembagian tugas-tugas bisa sesuai dengan kondisi perusahaan
  • Menciptakan spesialisasi saat menjalankan tugas
  • Personil dalam perusahaan mengetahui tugas apa yang akan dijalankan.

# Fungsi Organizing

  • Pendelegasian wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana.
  • Adanya pembagian tugas yang jelas.
  • Mempunyai manajer puncak yang profesional untuk bisa mengkoordinasikan semua kegiatan yang dilakukan

3. Directing / Commanding (Fungsi Pengarahan)

Directing alias fungsi pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja dinamis, sehat agar kinerjanya lebih efektif dan efisien.

Beberapa kegiatan pada fungsi pengarahan :

  • Membimbing dan memberi motivasi kepada pekerja supaya bisa bekerja secara efektif dan efisien
  • Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
  • Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

4. Coordinating (Fungsi Menghubung-hubungkan)

Untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubung-hubungkan, menyatu padukan dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.

5. Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)

Fungsi terakhir dari 4 fungsi manajemen adalah fungsi pengendalian, fungsi pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila memang dibutuhkan.

Kegiatan pada fungsi pengendalian misalnya:

  • Mengevaluasi keberhasilan dan target dengan cara mengikuti standar indikator yang sudah ditetapkan
  • Melakukan klarifikasi dan koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan
  • Memberi alternatif solusi yang mungkin bisa mengatasi masalah yang terjadi.

Controlling akan berjalan efektif dengan memperhatikan hal hal berikut :

  • Routing (jalur), manajer menetapkan cara atau jalur supaya bisa dengan mudah mengetahui letak dimana suatu kesalahan sering terjadi.
  • Scheduling (penetapan waktu), Manajer menetapkan kapan semestinya pengawasan harus dijalankan. Kadang-kadang, pengawasan yang terjadwal mungkin tidak efisien dalam menemukan suatu kesalahan, dan sebaliknya, sesuatu yang dijalankan secara mendadak malah lebih berguna.
  • Dispatching (perintah pelaksanaan), adalah pengawasan yang berupa suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan. Tujuannya supaya suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Perintah bisa membuat sebuah pekerjaan bisa terhindar dari kondisi yang terkatung katung, dan pada ujungnya apabila terjadi kesalahan, bisa dengan mudah diidentifikasi siapa yang melakukan kesalahan
  • Follow Up (tindak lanjut), Manajer mencarikan solusi apabila terdapat kesalahan yang ditemukan. Tindak lanjut bisa dengan memberikan peringatan terhadap pihak yang sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan dan memberikan petunjuk supaya kesalahan yang sama tidak akan terulang kembali

Bentuk pengawasan yang baik adalah pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan dan sifat atau karakter dari perusahaan.

Sebuah pengawasan yang baik dilakukan dengan tidak menelan banyak biaya dan bisa menjamin adanya kegiatan perbaikan.

Untuk itu, perusahaan perlu menyiapkan langkah tata pola dan rencana perusahaan sebelum pengawasan dilaksanakan.

Prinsip – Prinsip Managemen

Pengertian Prinsip Manajemen

Pada akhir abad 19, banyak organisasi yang sudah harus berurusan dengan praktik manajemen dalam keseharian operasionalnya.  Di awal 1900-an pula, banyak organisasi-organisasi besar, seperti pabrik-pabrik produksi memerlukan tata kelola yang lebih baik namun pada saat itu hanya ada sedikit alat manajemen, model dan metode yang tersedia untuk mengatur hal tersebut. Dan ini titik mulanya dikembangkan prinsip manajemen.

Henri Fayol (1841-1925) adalah ilmuwan yang pertama kali menerapkan fondasi ini untuk manajemen ilmiah modern. Konsep-konsep yang dia gagas disebut prinsip manajemen. Prinsip ini adalah faktor yang mendasari manajemen yang sukses dalam sebuah organisasi.

Henri Fayol mengeksplorasi hal ini secara komprehensif,  sebagai hasilnya dia berhasil merangkum 14 prinsip manajemen dasar. Prinsip-prinsip manajemen dan penelitian Henri Fayol diterbitkan dalam buku yang berjudul ‘General and Industrial Management’ (1916).

14 Prinsip Manajemen Menurut Henri Fayol

Dalam mempelajari Ilmu Manajemen, kita juga perlu mengetahui prinsip-prinsip yang menjadi dasar Manajemen. Henri Fayol (1841-1925), seorang ahli teori Manajemen dan Administrasi yang berasal dari Perancis memperkenalkan 14 Prinsip Manajemen dalam bukunya yang berjudul “Administration Industrielle et Generale”. 14 Prinsip Manajemen menurut Henri Fayol adalah sebagai berikut :

1. Pembagian Kerja (Division of work)

Pernah mendengar prinsip “the right man in the right place?”.  Dalam praktiknya, karyawan memiliki spesialisasi dalam bidang yang berbeda dan mereka memiliki keterampilan yang berbeda pula satu sama lain. Tingkat keahlian yang berbeda dapat dibedakan dalam bidang pengetahuan mulai dari generalis hingga spesialis, pengembangan pribadi dan profesi harus saling mendukung.

Menurut Henri Fayol, meningkatkan efisiensi tenaga kerja dapat  meningkatkan produktivitas. Selain itu, spesialisasi tenaga kerja meningkatkan akurasi dan kecepatan mereka. Prinsip manajemen ini berlaku untuk kegiatan teknis dan manajeria di setap organisasi,

2. Otoritas dan Tanggung jawab (Authority and responsibility)

Untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi, manajemen memiliki wewenang untuk memberi perintah kepada karyawan. Tentu saja ini dengan otoritas ini ada tanggung jawab. Menurut Henri Fayol, kuasa atau kewenangan yang menyertainya memberi manajer  hak untuk memberi perintah kepada bawahan.

Tanggung jawab dapat ditinjau kembali dari kinerja dan oleh karena itu perlu membuat perjanjian atas otoritas yang diberikan. Dengan kata lain, otoritas dan tanggung jawab berjalan bersama dan mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

3. Disiplin

Prinsip ketiga dari 14 prinsip manajemen adalah tentang kedisiplinan. Hal ini sering menjadi bagian dari nilai inti (core) misi dan visi bentuk perilaku yang baik dan interaksi yang saling menghormati. Prinsip manajemen ini sangat penting dan dilihat sebagai hal yang membuat organisasi berjalan lancar.

4. Kesatuan Komando (Unity of command)

Prinsip manajemen ‘Unity of command’ atau kesatuan komando adalah bahwa setiap karyawan harus menerima perintah dari satu manajer sehingga karyawan memiliki tanggung jawab kepada manajer tersebut.

Jika tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada karyawan diberikan oleh lebih dari satu manajer, ini dapat menyebabkan kebingungan yang dapat menyebabkan konflik bagi karyawan. Dengan menggunakan prinsip ini, tanggung jawab agar terhindar dari kesalahan akan bisa di minimalisir.

5. Kesatuan Arah (Unity of direction)

Prinsip manajemen ini adalah tentang fokus dan kesatuan. Semua karyawan memberikan kegiatan yang sama yang dapat dikaitkan dengan tujuan yang sama, hal ini seperti Anda mencari North Star Metric untuk bisnis Anda. Semua kegiatan harus dilakukan oleh satu kelompok yang membentuk tim.

Kegiatan-kegiatan ini harus dijelaskan dalam rencana aksi. Manajer pada akhirnya bertanggung jawab atas rencana ini dan dia memantau perkembangan kegiatan yang ditentukan dan direncanakan. Area fokus adalah upaya yang dilakukan oleh karyawan dan koordinasi.

6. Subordinasi Kepentingan Individu

Selalu ada semua jenis kepentingan dalam suatu organisasi. Agar organisasi berfungsi dengan baik, Henri Fayol mengindikasikan bahwa kepentingan pribadi lebih rendah daripada kepentingan organisasi (etika). Fokus utamanya adalah pada tujuan organisasi dan bukan pada individu. Ini berlaku untuk semua tingkat dari seluruh organisasi, termasuk para manajer.

7. Penggajian (Remuneration)

Motivasi dan produktivitas adalah dua hal yang berkaitan dalam kelancaran organisasi. Prinsip manajemen ini menjelaskan bahwa penggajian harus cukup untuk membuat karyawan termotivasi dan produktif.

Ada dua jenis penggajian yaitu non-moneter (pujian, tanggung jawab lebih, kredit) dan moneter (kompensasi, bonus atau kompensasi finansial lainnya). Pada akhirnya, ini adalah tentang menghargai upaya karyawan yang telah dilakukan.

8. Pemusatan (The Degree of Centralization)

Manajemen dan otoritas untuk memproses pengambilan keputusan harus seimbang dalam sebuah organisasi. Ini tergantung pada volume dan ukuran organisasi tersebut.

Sentralisasi berarti meletakan konsentrasi otoritas dalam pengambilan keputusan di manajemen puncak (dewan eksekutif). Berbagi kewenangan untuk proses pengambilan keputusan dengan tingkat yang lebih rendah (manajemen menengah dan bawah), disebut sebagai desentralisasi. Henri Fayol mengindikasikan bahwa organisasi harus berusaha untuk melakukan keseimbangan yang baik dalam hal ini.

9. Hirarki (Scalar Chain)

Hirarki atau tingkatan hadir dalam organisasi tertentu. Hal Ini bervariasi, mulai dari manajemen senior (dewan eksekutif) ke level terendah dalam organisasi. Prinsip manajemen hierarki menyatakan bahwa harus ada garis yang jelas di bidang otoritas (dari atas ke bawah dan semua manajer di semua tingkatan dan divisi).

Hal Ini bisa dilihat sebagai tipe struktur manajemen. dengan adanya hierarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah

10. Ketertiban (Order)

Menurut prinsip ini, karyawan dalam suatu organisasi harus memiliki sumber daya yang tepat sehingga mereka dapat berfungsi dengan baik dalam suatu organisasi. Selain tatanan sosial (tanggung jawab manajer) lingkungan kerja harus aman, bersih dan rapi.

11. Keadilan dan Kejujuran (Equity)

Prinsip manajemen keadilan dan kejujuran sering terjadi pada nilai-nilai inti dari suatu organisasi. Menurut Henri Fayol, karyawan harus diperlakukan dengan adil dan setara.

Karyawan harus berada di tempat yang tepat di organisasi untuk melakukan hal yang benar. Manajer harus mengawasi dan memantau proses ini dan mereka harus memperlakukan karyawan secara adil dan tidak memihak.

12. Stabilitas kondisi karyawan ( Stability of Tenure of Personnel )

Prinsip manajemen ini merupakan penempatan dan pengelolaan personil dan hal  ini harus seimbang dengan layanan yang disediakan dari organisasi. Manajemen berusaha untuk meminimalkan perputaran karyawan dan memiliki staf yang tepat di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Hal seperti perubahan posisi pada karyawan harus dikelola dengan baik.

13. Inisiatif (Initiative)

Henri Fayol berpendapat bahwa dengan prinsip manajemen ini, karyawan harus diizinkan untuk mengungkapkan ide-ide baru. Ini mendorong minat dan keterlibatan dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Inisiatif karyawan adalah sumber kekuatan untuk organisas, hal ini juga mendorong karyawan untuk terlibat dalam kemajuan organisasi.

14. Semangat kesatuan (Esprit de Corps)

Prinsip manajemen ‘esprit de corps’ adalah perjuangan untuk keterlibatan dan kesatuan karyawan. Manajer bertanggung jawab atas pengembangan moral di tempat kerja, baik secara individual dan dalam komunikasi. Esprit de corps berkontribusi pada pengembangan budaya dan menciptakan suasana saling percaya dan pengertian.

Jadi. Kesimpulan Tentang 14 Prinsip manajemen adalah

14 prinsip manajemen dapat digunakan untuk mengelola organisasi dan merupakan alat yang berguna untuk melakukan prediksi, perencanaan, manajemen proses, manajemen organisasi, pengambilan keputusan, koordinasi dan kontrol.

Apa Saja Tujuan Manajemen?

Dalam manajemen pasti ada tujuannya. Nah, berikut ini adalah beberapa tujuan dari manajemen yang harus kita ketahui:

  1. Mengevaluasi
    Tujuan dari manajemen yaitu mengevaluasi strategi, kinerja yang telah dipilih secara efisien dan efektif sehingga dapat mengkaji ulang berbagai penyimpangan yang terjadi.
  2. Melakukan Inovasi
    Dengan adanya manajemen, sebuah inovasi dapat tercipta sehingga kegiatan yang dilakukan bisa lebih teratur. Unsur-Unsur yang Harus ada dalam Manajemen Dalam manajemen, tentulah ada beberapa hal yang harus ada. Hal ini disebut unsure dari manajemen. Adapun beebrapa hal yang harus ada tersebut antara lain
  3.  Manusia
    Manusia atau human berperan dalam menentukan tujuan serta menjalankan proses untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai Stakeholder yang dapat menjalankan peran sesuai dengan goal yang diminta
  4. Uang
    Uang atau money menjadi unsur manajemen yang sangat penting karena dapat menjadi tolok ukur hasil kegiatan yang dijalankan. Unsur uang bisa dijadikan alat untuk mencapai tujuan karena secara rasional penggunaannya dapat diperhitungkan.
  5. Bahan
    Unsur yang ketiga yaitu bahan atau materials, unsur ini menjadi faktor penting untuk mengetahui baik tidaknya hasil yang dicapai.
  6. Metode
    Metode atau methods yang baik dan tepat dapat berjalan dengan lancar dan baik jika didalamnya melibatkan manusia. Oleh sebab itu, manusia harus dapat memahami metode yang baik dan tepat agar bisa menjalankannya.
  7. Pasar
    Pasar atau market menjadi unsur manajemen yang krusial bagi setiap perusahaan. Sebuah bisnis mampu menguasai pasar jika produk yang ditawarkan mempunyai kualitas serta menarik minat konsumen.

Jenis-Jenis Manajemen

Berikut ini adalah Jenis-jenis Manajemen yang harus kita ketahui, diantaranya :

  • Manajemen Keuangan
    Untuk mengatur kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
  • Manajemen Waktu
    Untuk perencaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan produktivitas waktu.
  • Manajemen Pemasaran
    Untuk pengembangan produk, komunikasi dan promosi, strategi distribusi, penetapan harga dari produk dan pemberian pelayanan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen.
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
    Untuk mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki dan menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan.
  • Manajemen Proses
    Untuk pembuatan atau penghapusan proses yang dibuat oleh user atau system, suspensi dan asumsi, kelengkapan mekanisme untuk sinkronasi proses, kelengkapan mekanisme untuk komunikasi proses, kelengkapan mekanisme untuk pengendalian deadlock.
  • Manajemen Strategi
    Untuk menyusun, menerapkan dan mengevaluasi keputusan dan tindakan yang dapat digunakan untuk menformulasikan serta mengimplementasikan strategi.
  • Manajemen Administrasi Perkantoran
    Untuk memberikan informasi layanan bidang administrasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya yang mencakup ruang lingkup perusahaan.
  • Manajemen Produksi
    Merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan.
  • Manajemen Stres
    Kemampuan penggunaan sumber daya “manusia” secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional.
  • Manajemen Pengetahuan
    Kumpulan perangkat, teknik dan startegi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasi, meningkatkan dan membagikan pengertian, pengetahuan dan pengalaman.
  • Manajemen Pendidikan
    Merupakan bagian dari proses pemanfaatan semua sumber daya melalui orang lain, serta bekerja sama dengannya, proses ini dilaksanakan untuk satu tujuan bersama dengan efektif serta efesien juga produktif.
  • Manajemen Resiko
    Untuk menemukan kerugian potensial, evaluasi kerugian potensial dan memilih metode pengelolaan.

Baiklah, demikian Sharing kita kali ini terkait Pengertian Manejemen, Prinsip, Fungsi, Jenis dan Tujuan Manajemen. Semoga bermanfaat untuk semuanya! Terima kasih

Sumber Referensi :

  • wikipedia.org
  • nichonotes.blogspot.com
  • teks.co.id
  • brilio.net
  • ilmumanajemenindustri.com
  • cpssoft.com
  • idcloudhost.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *