Saling Berebut Predikat Paling Ahlus Sunnah

Saling Berebut Predikat Paling Ahlus Sunnah. Siapa Pemenangnya?

hotelandricevkonak.com – Orang-orang yang awam sekali mengenai Islam sering kebingungan dengan istilah Ahlus Sunnah. Mereka tahu bahwa mereka harus menjadi bagian dari Ahlus Sunnah karena ini perintah Nabi Muhammad. Dengan menjadi bagian tersebut, maka mereka menjadi muslim yang sebenarnya.

Sayangnya, kelompok Islam radikal pun bisa mengatakan bahwa mereka yang paling “ahlus sunnah.” Maka dari itu, setiap umat muslim harus tahu apa patokannya.

Banyak yang salah kaprah memahami Ahlus Sunnah. Ada yang menganggap ketika mereka sudah menggunakan dan menerapkan Alquran dan Hadis di dalam kehidupan sehari-hari, mereka sudah sangat Ahlu Sunnah. Sayangnya, ketika mereka ditanya apakah mereka tahu apa yang diinginkan oleh Alquarn dan Hadis, ternyata mereka tidak mengerti. Mereka hanya tahu teks atau terjemahannya saja.

Maka dari itu, sebenarnya sangat mudah untuk membedakan mana Islam yang mengikuti ahlus sunnah dan mana yang tidak. Lihat saja pada pemahaman mengenai ayat-ayat Alquran dan juga hadis. Jika mereka memahami Alquran dan Hadis secara tekstual, maka kemungkinan besar mereka bukan Ahlu Sunnah. Setidaknya ini yang bisa dilihat dari apa yang terjadi di Indonesia.

Maulana Syekh Ali Jum’ah, mantan Mufti Mesin mengatakan ada satu hal yang membedakan antara ahlus Sunnah dengan kelompok Islam radikal. Ahlus Sunnah selalu menerapkan teks Alquran dan Hadis ke dalam realitas kehidupan yang sifatnya relatif. Hal inilah yang membuat mereka yang berhaluan Ahlus Sunnah Waljamaah sangat Tawassuth atau moderat.

Mereka yang berada di aliran Ahlus Sunnah tidak mudah menyalahkan orang Islam yang mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Asalkan masih dalam koredor Alquran dan Hadis, mereka tidak akan menyalahkan. Karena mereka memahami teks Alquran itu bisa ditafsirkan asalkan mengikuti kaidah yang benar. Hal tersebut membuat satu teks bisa berbeda penafsiran. Dan itu hal yang wajar menurut mereka.

Berbeda dengan kelompok Islam radikal. Mereka memahami teks sebagai teks itu saja. Hanya satu penafsiran. Jika beda, maka salah. Lebih parahnya lagi, yang beda dengan mereka bisa dianggap kafir. Ini yang tidak dilakukan oleh mereka yang memiliki paham Ahlus Sunnah.

Jadi, sudah jelas mana yang benar-benar Ahlus Sunnah, bukan?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *